Contoh Resensi Buku "Sepatu Dahlan"

Contoh Resensi Buku "Sepatu Dahlan" - Pada artikel kali ini saya akam membahas Contoh Resensi Buku "Sepatu Dahlan", pengertian dari resensi itu sendiri serta apa saja manfaat yang di peroleh dengan adanya suatu resensi. Mari kita ulas satu demi satu.

Pengertian Resensi

Apakah kalian tahu apa yang di maksud dengan Resensi
Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere atau juga revidere yang memiliki arti mengulas kembali. 

Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dinilai dapat berupa buku, karya seni film dan drama. Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

Manfaat Resensi Buku

1. Bahan Pertimbangan
Memberikan gambaran kepada para pembaca tentang suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya tersebut.

2. Nilai EkonomisMendapatkan uang atau imbalan serta buku-buku yang diresensikan secara gratis dari penerbit buku apabila resensinya di muat di koran atau majalah.

3. Sarana Promosi BukuBuku yang di resensikan adalah buku baru yang belum pernah di resensi. Dengan demikian, resensi merupakan media untuk mempromosikan buku baru tersebut.

4. Pengembangan KreativitasSemakin sering menulis, maka semakin terasah kebiasaan menulis untuk setiap individu. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan kreativitas menulis.

Resensi Buku Sepatu Dahlan

Contoh Resensi Buku "Sepatu Dahlan"
Judul                   :Sepatu Dahlan
Penulis                :Khrisna Pabichara
Penerbit              :Noura books ( PT Mizan Publika )
Ketebalan Buku    :392 hlm
Panjang               :21 cm
Tahun Terbit         :Mei 2012

Dalam setiap buku, novel dan lainnya terdapat resensi yang berisi tentang keunggulan dan kelemahan suatu buku. Adapun resensi novel “Sepatu Dahlan” yaitu :

Karir Khrisna Pabichara sebagai penulis telah banyak melahirkan kumpulan cerita pendek, Mengawini Ibu: Senarai kisah yang menggetarkan (Kayla Pustaka, 2010). Dan novel Sepatu Dahlan adalah buku ke-14 yang dianggitnya. Selain menulis Khrisna Pabichara juga bekerja sebagai penyunting lepas dan aktif dalam berbagai kegiatan literasi. Dia bisa disapa dan diajak berbincang berbagai hal, terutama pernak-pernik #bahasaindonesia, lewat akun twitter-nya: @1bichara.

Novel Sepatu Dahlan ini merupakan novel new release yang mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Dengan begitu novel Sepatu Dahlan ini menjadi novel best seller di gramedia seluruh Indonesia.

Alur cerita Sepatu Dahlan cukup sederhana. Dahlan Iskan < remaja kebon dalem . Sebuah kampung kecil dengan enam buah rumah atau sebut saja gubuk, yang letaknya saling berjauhan. Jika berjalan seratus atau dua ratus langkah ke arah timur, sungai kanal segera terlihat. Di sepanjang sungai itu banyak pepohonan yang besar-besar, seperti trembesi, angsana, jawi dan jati. Di sebelah barat dan selatan hanya ada tebu. Ya, ladang-ladang tebu terhampar sejauh mata memandang. Ada juga beberapa petak sawah yang ditanami padi atau jagung, tetapi tak seberapa dibanding tebu-tebu yang tingginya kini sudah nyaris dua setengah meter. Disanalah, di lading-ladang tebu itu, aku mengais rezeki. Dan dari sanalah kehidupan Dahlan Iskan berlangsung.

Cerita ini diawali dengan keadaan yang kritis karena ia terkena penyakit liver akut. Pada saat di bius beliau bermimpi akan masa lalunya. Dahlan Iskan merupakan anak kecil yang bersekolah di sekolah rakyat Takeran bersama teman [teman dekatnya Arif, Imran, Komaryah, Maryati, Kadir]. Ketika duduk di sekolah rakyat Dahlan tidak pernah merasakan bagaimana rasanya menggunakan sepatu. Ia berangkat ke sekolah dengan tidak menggunakan alas apapun, padahal Dahlan harus berjalan berkilo-kilo meter untuk sampai ke sekolahnya. Tapi Dahlan tidak pernah mengeluh akan keadaan yang dialaminya.

Ketika ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, Dahlan memohon kepada bapaknya untuk berekolah di sekolah yang di inginkannya, yaitu SMP 1 Magetan. Tapi karena tidak ada uang akhirnya Dahlan melanjutkan ke Tsanawiyah Takeran.

Dalam novel ini terdapat beberapa masalah yang cukup rumit untuk di jalani seorang anak remaja. Dari mulai di tinggal pergi oleh ibunya, tidak dapat membeli makanan untuk makanan sehari-hari dan terpaksa mencuri tebu. Masalah-masalah itu terus datang menghampirinya.

Dahlan mempunyai mimpi untuk memiliki sepatu dan sepeda agar mempermudahnya untuk pergi kemana-mana. Impiannya itu dia dapatkan ketika satu per satu prestasi yang dapat ia dapatkan. Dia mendapat kesempatan untuk mengajar voli kepada anak-anak juragan kaya. Dan penghasilan darisana ia gunakan untuk membeli sepatu dan sepeda. Sampai akhirnya ia tumbuh dewasa dan jatuh cinta kepada Aisha anak seorang mandor di kampungnya.

Pada segi lain, novel ini berhasil melontarkan sesuatu yang patut direnungkan oleh pembacanya. Di samping itu, ceritanya cukup enak untuk dinikmati. Tanpa banyak tutur, Dahlan Iskan berhasil melukiskan adegan demi adegan dengan gaya ceritanya yang lembut.

Setting ceritanya sendiri memang kehidupan di kampung maka tidak mengherankan apabila sering muncul  gurauan-gurauan dan humor versi anak-anak kampung kebon dalem.

Novel “Sepatu Dahlan” ini telah dikerjakan dengan keterampilan teknik bercerita, dengan gaya bahasanya yang lembut, serta dengan perasaan halus seorang lelaki.

Pada akhirnya disebutkan bahwa apabila kita menjalani kemiskinan dengan benar, kita akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.

******

Sekian dari saya tentang artikel Contoh Resensi Buku "Sepatu Dahlan". Semoga artikel ini dapat memberi manfaat kepada Anda.

Sumber:
http://bangkudepan.com/contoh-resensi-buku/
Cuma Ingin Tahu © 2008.