Cerpen: Sebelas Dua Belas

Cerpen: Sebelas Dua Belas
Cerpen: Sebelas Dua Belas - Pada saat itu tertanggal sebelas bulan satu sekitar setengah tujuh malam. Aku menjemputmu di terminal. Kau terlihat sangat cantik dibawah cahaya lampu yang temaram. Ku ajak kau berkeliling sejenak di sekitar kota Jakarta. Dan akhirnya kita memutuskan untuk mencari makan. Setelah makan malam, ku pacu kuda besiku menuju ke rumah tanteku yang tinggal dengan dua sepupuku yang cewek. Karena kemalaman akhirnya kau harus menginap di rumah tanteku. Sebelum tidur kita sempat mencari camilan. Di saat perjalanan mencari camilan tersebut entah secara sadar atau tidak, kau meggenggam tanganku. Genggaman tangan yang begitu mesra dan hangat dalam pelukan dinginnya malam.

Pada hari berikutnya, yaitu tanggal dua belas bulan satu. Tiba saatnya ku mengantarkanmu ke stasiun untuk pulang. Saat kereta datang, kau memberikan perpisahan yang mesra. Sebuah kecupan hangat di punggung tangan.

Tanggal sebelas bulan dua, giliranku untuk berkunjung ke tempatmu dan juga untuk memenuhi janjiku mengajakmu jalan-jalan ke taman. Awalnya, kau bagai orang asing. Kau tidak seperti yang ku kenal sebelumnya. Entah hal apa yang membuatmu berbeda. Perlahan namun pasti ku ajak kau bicara untuk mengetahui apa masalah  sebenarnya yang kau alami. Hingga tiba waktu senja berganti dengan malam akhirnya suasana mulai mencair. Kau menjadi sosok ceria seperti biasanya.

Di taman itu kita kehujanan berdua, menggunakan satu payung untuk digunakan bersama. Saat itu kita bagaikan sepasang kekasih yang begitu mesra.
Cuma Ingin Tahu © 2008.